Thursday, November 19, 2015

PEJUANG ETAM

“Berjalanlah dengan hati-hati sebelum kalian berlari kencang, karena dengan berjalan terlebih dahulu tidak akan merasakan lelahnya berlari”


Kata-kata inilah yang sangat pas untuk PARA PEJUANG ETAM !!
Para Pejuang ETAM ???
Siapa sih mereka???

Inilah kami para pejuang kampus kami tercinta, ITK - INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN -
Siapa yang tidak tau dengan ITK? 
banyak pasti yang tidak tau apa itu ITK, dimana itu, apa itu dan blablabla... 
dari kebanyakan jawaban orang-orang setelah kami kasih tau "dimana kuliahnya?" --> di ITK (INSTITUT TEKNIK KALIMANTAN), yaa, jawaban mereka kebanyakan samaaa: ITK?; dimana itu?; di Balikpapan ada ITK?; Ooo ITK, apa itu?

jadi gini ya, ITK itu adalah INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN
ITK sebelum berpindah kampus di Balikpapan, ITK sebelumnya bertempat di Surabaya, bersama dengan ITS.
Namun, setelah Gubernur Kalimantan Timur meresmikan lahan untuk ITK, maka dibangun lah satu gedung pertama untuk menjadi kampus pertama ITK di Balikpapan (Jl. Soekarno Hatta KM 15, Karang Joang, Balikpapan), 

ITK adalah Institut yang baru saja resmi berdiri sendiri setelah sebelumnya berada dibawah ITS.
ITK baru memiliki 4 angkatan, angkatan tahun 2012, 2013, 2014, dan angkatan mahasiswa baru 2015.
Untuk kedepannya, ITK akan menjadi kampus terbesar se-Asia dengan luas tanah 300 Hektar. namun memang untuk 5 atau mungkin 10 tahun kedepan kampus sudah dibangun total. untuk saat ini memang ITK hanya memiliki 1 gedung, namun ITK terus melakukan pembangunan. Untuk sekarang, gedung kedua sedang dalam pembangunan. Semoga ITK bisa menjadi kampus terbaik dan ternama tidak hanya ITK-nya saja yang terkenal namun juga para pejuang Etam inilah yang harus diacungi jempol !!
Kenapa?
Para Pejuang Etam; semangatnya tinggi dan menjunjung tinggi kekeluargaan (seluruh warga kampus ITK).
maksudnya semangatnya tinggi disini bukan hanya mahasiswanya semangat untuk menuntut ilmu, namun karna semangat mahasiswanya untuk berangkat ke kampus (jam aktif kampus; 07.30-17.30) dengan jarak yang berbeda-beda, ada yang sekitar 5 km untuk menuju kampus, ada pula bahkan yang hampir 30 km lebih mungkin. bukan hanya itu, untuk menuju kampus ITK harus berpapasan dengan Tronton-tronton pengangkut peti kemas, dan jalan yang dilewati juga sangat ramai karena merupakan jalan yang dilewati sebelum memasuki balikpapan kota.

"Bangunlah suatu dunia dimana semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan."

kata-kata inilah yang sangat pas untuk Para Pejuang Etam, karna apa, di ITK sangat menjunjung tinggi sekali kekeluarga sehingga tidak ada arogansi jurusan ataupun program studi namun, semuanya menjadi satu keluarga yaitu keluarga besar ITK. 

Check this out --> www.itk.ac.id/ atau search @google.com; ITK

Terimakasih ya yang udah baca :)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDONESIA
YANG SAAT INI MASIH MENGIMPOR GARAM


Anisah Mufidah
Teknik Elektro
Institut Teknologi Kalimantan
Jalan Soekarno-Hatta KM 13, Kec. Karang Joang, Balikpapan



ABSTRAK
Garam merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan garam Indonesia yang mencapai 3,3 ton pertahun. Dengan kebutuhan garam Indonesia yang besar, membuat produksi garam dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan garam Indonesia maka, solusi kongkrit yaitu dengan mengimpor garam dari beberapa Negara yang dapat membantu memenuhi kebutuhan garam dalam negeri. Namun, setiap tahun kebutuhan garam dalam negeri kian meningkat yang menyebabkan jatah impor garam juga meningkat sehingga perekonomian juga ikut berpengaruh. Dengan impor garam berlebih mengakibatkan dampat bagi Indonesia, dibutuhkan solusi-solusi yang sekiranya dapat membantu mengurangi dampat pada produksi garam dalam negeri. Seperti, menjatah garam impor yang masuk ke Indonesia, meningkatkan produksi garam dalam negeri, dan lain sebagainya.
Kata Kunci : Garam, Indonesia Impor Garam.



I.         PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Garam adalah mineral yang umumnya  terdiri dari natrium klorida (NaCl), Garam laut adalah garam yang dihasilkan dari penguapan air laut. Garam laut memiliki banyak kegunaan, diantaranya sebagai bumbu masak dan kosmetika. Garam diolah dari tambang garam, atau dengan penguapan air laut (garam laut) atau kaya mineral mata air di kolam dangkal. Garam sangat diperlukan bagi tubuh manusia dan hewan. Cairan dalam tubuh makhluk hidup mengandung larutan garam, misalnya sitoplasma dan darah. Tapi, karena cairan dalam tubuh ini juga mengandung banyak ion-ion lainnya, maka tidak akan membentuk garam setelah airnya diuapkan. Garam yang di dalamnya terkandung senyawa Kalium Iodat (Garam Beryodium). Unuk memenuhi kebutuhan tubuh manusia, jumlah garam yang harus dikonsumsi kurang lebih adalah 9 gram.

Penguapan air laut adalah salah satu cara yang sangat terkenal untuk membuat garam. Air laut adalah air dari laut atau samudera. Air laut memiliki kadar garam rata-rata 3,5%. Artinya dalam 1 liter (1000 mL) air laut terdapat 35 gram garam (namun tidak seluruhnya, garam dapur/NaCl). Air laut memiliki kadar garam karena bumi dipenuhi dengan garam mineral yang terdapat di dalam batu-batuan dan tanah.

Untuk membantu meningkatkan hasil produksi garam dalam negeri guna meningkatkan perekonomian dan mengurangi adanya impor garam dari luar negeri, perlu dilakukan perbaikan ulang secara keseluruhan mulai dari jumlah produksi garam hingga perekonimian yang terjadi saat ini termasuk sistem produksi garam yang dibatasi. 

1.2 TUJUAN
Tujuan dari penulisan ini dilakukan untuk melihat potensi perekonomian garam yang kian tahun kiat merosot dapat diatasi sehingga dapat meningkatkan hasil produksi garam Indonesia untuk mengurangi jatah impor garam.
1.3             PERMASALAHAN
Bagaimana mengatasi masalah perekonomian mengenai produksi garam Indonesia yang dibatasi namun impor garam terus meningkat agar produksi garam dapat ditingkatkan walau dengan atau tanpa bantuan garam impor, kebutuhan garam tetap dapat dipenuhi.

1.4             BATASAN MASALAH
Penulis membatasi permasalahan agar dapat terfokus dalam memberikan informasi dengan benar dan tepat sasaran. Ruang lingkup permasalahan ini adalah sebagai berikut:
1.      Mengolah informasi tentang garam dan produksinya.
2.      Mengolah informasi tentang kebutuhan garam Indonesia.
3.      Mengolah informasi tentang faktor yang mempengaruhi Indonesia masih mengimpor garam dan dampaknya serta solusi yang dibutuhkan.

1.5 METODOLOGI
Metodologi yang digunakan meliput:
1.      Studi Literatur
Mencari dan mempelajari berbagai macam literatur ataupun sumber informasi baik dari buku, artikel, jurnal, majalah maupun dari situs internet yang berhubungan dengan permasalahan terkait.
2.      Pengkajian dan Pengolahan Data
Pengkajian dan pengolahan data yang akan dibuat sesuai dengan literatur-literatur yang telah dipelajari dan diperoleh.
3.      Penulisan Data
Setelah data dikaji dan diolah secara rinci dan menyeluruh selanjutnya menyusun  data  sesuai  data yang diperoleh.


II.    PEMBAHASAN

Indonesia merupakan negara kepulauan yan memiliki banyak bibir pantai yang bisa dimanfaatkan untuk ladang garam. Namun, setiap tahun, Indonesia membutuhkan 3,3 juta ton garam. Untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi, sebanyak 1,8 juta ton garam kebutuhan konsumsi dipasok dari produsen lokal, sedangkan garam industri harus dipenuhi secara impor mencapai 1,5 juta ton. Berdasarkan data yang ada, kebutuhan garam di Indonesia pada 2014 sebanyak 3,33 juta ton. Kebutuhan garam itu meliputi antara lain garam konsumsi 756.000 ton dan garam industri 2,57 juta ton. Impor garam industri pada 2014 sebanyak 2,16 juta ton.

Mengapa Indonesia masih mengimpor untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi Indonesia?

Berdasarkan data AIPGI, garam konsumsi adalah garam yang dapat diolah menjadi garam rumah tangga atau garam meja dan garam diet yang khusus dikonsumsi penderita hipertensi. Garam industri digunakan sebagai bahan baku produksi industri kimia, industri aneka pangan, industri farmasi, industri perminyakan, industri penyamakan kulit, dan pengolahan air. Faktor penentu produksi garam bergantung pada cuaca, tingkat kelembaban, kualitas air, dan luas lahan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan garam konsumsi. Kendala terbesar Indonesia saat ini yaitu, kebutuhan garam industri di Indonesia cukup besar. Namun, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi sehingga terpaksa masih harus mengimpor.

Kendala yang juga sangat terlihat bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri adalah masa panen dan pengolahan garam di Indonesia relatif sangat singkat dan sederhana yang mengakibatkan kualitas garam Indonesia menjadi sangat rendah. Di Indonesia, proses memanen garam oleh petani hanya dilakukan dalam waktu 4 hingga 8 hari, sedangkan negara importir seperti Australia memanen hasil garam setelah melalui proses 3 hingga 4 bulan. Akibatnya, kualitas garam Indonesia menjadi sangat rendah. Selain itu, petani garam yang mayoritas masih tradisional tidak melakukan beberapa tahapan pengolahan garam. Berbeda dengan negara industri garam yang melakukan beberapa tahap untuk memperoleh garam kualitas tinggi (high grade).

Kendala lain juga terlihat pada lahan indonesia yang relatif sempit dan terpisah-pisah dibeberapa daerah. Indonesia memerlukan tambahan lahan baru di tepi pantai yang relatif luas, minimal 5.000 hektar yang tidak terpisah-pisah. Saat ini, ladang garam masih terpusat di daerah Madura, Jawa Timur. Mayoritas, sistem pengolahan pun masih sangat tradisional. Dijelaskan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan bahwa, Produksi garam dalam negeri mencapai 2,1 juta ton per tahun. Namun angka itu, hanya bisa memenuhi kebutuhan garam konsumsi saja. Total kebutuhan garam dalam negeri sebanyak 3,5 juta ton per tahun sehingga terpaksa ditambah dengan mengimpor garam dari Australia, India dan lainnya.

Kendala selanjutnya adalah teknologi. Diakui oleh Usman bahwa pihaknya sebagai korporasi dan petani garam belum memiliki teknologi pengolahan (refinery) untuk garam yang berkualitas rendah. Refinery diperlukan untuk menaikkan kualitas garam agar sesuai kebutuhan industri makanan minuman yang selama ini masih impor. Refinery garam memproses garam kualitas rendah untuk menghasilkan garam dengan kemurnian 98%. Kadar magnesium dan kadar air diperkecil. Untuk memenuhi standar garam terbaik setidaknya dilakukan 3 atau 4 tahapan sedangkan di Indonesia hanya menggunaka 1 tahapan sehingga menjadikan kualitas garam indonesia rendah.

Diungungkapkan oleh Cucu bahwa AIPGI berkomitmen menyerap sekitar 280.000 ton garam petani dalam dua bulan ke depan dan mampu menyerap hampir 600.000 ton. Garam petani yang diserap dilakukan guna memenuhi kebutuhan garam konsumsi, bukan garam industri. Garam yang diserap itu harus memenuhi standar. Pihaknya siap menolak impor garam industri jika petani dan produsen garam di dalam negeri mampu menghasilkan garam industri dengan kualitas terjamin. Saat ini hal itu belum terjadi. Impor garam aneka pangan tahun 2014 sebesar 19,9 juta dollar AS. Namun, ekspor produk industri makanan dan minuman yang menggunakan bahan baku garam tersebut mampu menyumbang 4,83 miliar dollar AS.

Dikatakan oleh Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi dikembangkan sebagai lokasi produksi garam industri. Kemenperin mengusulkan agar investasi garam industri di NTT dapat diberi fasilitas keringanan pajak. Fasilitas itu untuk menarik investor masuk ke NTT.

Dikatakan oleh Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Karyanto Suprih bahwa pihak Kemendag sebenarnya menginginkan tidak adanya impor garam demi neraca perdagangan Indonesia. Akan tetapi, permasalahan saat ini, garam dalam negeri dinilai tidak mencukupi khususnya bagi industri. Sehingga sangat diperlukan tambahan pasokan garam dari negara importir.

Dampak yang dapat terjadi jika impor garam yang berlebihan masuk saat panen tiba dapat membunuh petani garam di Indonesia, dikarenakan petani garam di Indonesia tidak mampu menyaingi garam dari negara importir baik dalam masa produksi, teknologi yang digunakan, kualitas maupun besarnya daya produksi yang dapat dihasilkan sekali panen. Namun, untuk sementara pihak Kemendag belum menutup impor garam. Sebab, peraturan mengenai impor garam tersebut masih berlaku pada tahun ini.

Perekonomian di Indonesia juga akan sangat berpengaruh dikarenakan kebutuhan impor garam lebih besar daripada produksi dalam negeri sehingga menyebabkan produksi garam dalam negeri tidak mampu mengekspor hasil garam dalam negeri  untuk meningkatkan perekonomian Indonesia saat ini sedangkan untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi saja Indonesia masih belum mampu memenuhinya.

III.       KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi, Indonesia membutuhkan 3,3 juta ton garam. Sebanyak 1,8 juta ton garam kebutuhan konsumsi dipasok dari produsen lokal, sedangkan garam industri harus dipenuhi secara impor mencapai 1,5 juta ton.
Faktor penentu produksi garam bergantung pada cuaca, tingkat kelembaban, kualitas air, dan luas lahan. Sedangkan kendala yang terjadi di Indonesia saat ini sangat berpengaruh bagi perekonomian Indonesia. Kendala yang mempengaruhi Indonesia masih tetap mengimpor garam konsumsi adalah lahan yang kurang memadai, tahapan yang hanya dilakukan sekali di Indonesia memepengaruhi kualitas garam yang jelas kalah saing dengan garam dari Negara importir yang menggunakan 3 tahapan untuk memproduksi garam. Kendala lain yang juga berpengaruh adalah teknologi yang digunakan Negara importer dalam memproduksi garam jelas berbeda dengan teknik produksi garam Indonesia yang masih tradisional yang akan sangat berpengaruh pada hasil panen yang akan diproduksi.

Dampak dari impor garam berlebih akan membunuh petani garam di Indonesia serta dapat menurunkan perekonomian Indonesia yang kedepannya akan sangat berpengaruh bagi kemajuan Indonesia. Untuk itu dibutuhkan solusi yang kongkrit untuk mengatasi dampak yang akan terjadi.

3.2  Saran

Dilihat dari faktor dan dampak dari pengimporan garam yang terjadi di Indonesia, terdapat solusi yang sekiranya dapat mengurangi dampak yang terjadi kedepannya.
Solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi pasokan garam impor tentunya dengan membatasi impor garam dari luar atau bahkan menghapus peraturan mengenai impor garam. Solusi ini mungkin dapat mengurangi dampak yang akan terjadi. Solusi lain juga dapat dilakukan seperti memperluas lahan produksi garam di daerah-daerah pesisir yang dimana lahannya belum dimanfaatkan.
Teknologi sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi berkembang seiring berkembangnya jaman, begitu pula pada produksi garam. Di Negara importir, teknologi telah digunakan untuk memproduksi garam untuk meningkatkan hasil produksi guna memenuhi kebutuhan dalam maupun luar negeri. Teknologi juga dapat menjadi solusi kongkrit bagi Indonesia untuk meningkatkan hasil produksi garam dalam negeri sehingga kebutuhan dapat terpenuhi. Dengan begitu, hasil produksi garam dalam negeri dapat meningkat dan mampu menyaingi hasil produksi garam impor.

IV. DAFTAR PUSTAKA

Feby Dwi Sutianto, 2015, Kenapa sih Indonesia Masih Impor Garam?, http://finance.detik.com/read/2015/09/22/081257/3025068/4/kenapa-sih-indonesia-masih-impor-garam, diakses pada 22 September 2015.

Estu Suryowati, 2015, Garam Industri Masih Bergantung Impor, http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/09/16/161453926/Impor.Masih.Deras.Menteri.Susi.Malas.Tingkatkan.Produksi.Garam, diakses pada 16 September 2015.

Raisa Adila, 2015, Kebutuhan industri jadi alasan maraknya impor garam di RI, http://economy.okezone.com/read/2015/09/25/320/1220662/kebutuhan-industri-jadi-alasan-maraknya-impor-garam-di-ri, diakses pada 25 September 2015.



Permasalahan Sumber Energi yang Terjadi Di Kalimantan

Kondisi sumber daya dan geografis Pulau Kalimantan, membuat pulau ini sebagai salah satu Lumbung Energi Nasional. Namun yang menjadi permasalahan mendasar, bahwa investasi di pertambangan paling besar yakni Investasi pengangkutan dari lahan tambang ke pelabuhan.
Namun bak pisau bermata dua, koridor ekonomi Indonesia yang menjadikan Kalimantan khususnya Kaltim menjadi Lumbung Energi Nasional ini, sama saja pengerukan sumber daya alam daerah oleh pusat yang sebesar-besarnya untuk energi diluar Indonesia.
Sementara penetapan MP3EI tersebut memberikan angin segar atau mempelancar pengerukan hingga sampai kedalam dengan merusak hutan dan lingkungan. Padahal penghasil energi terbesar di Kalimantan yakni Kaltim sekitar 82 persen untuk batubara. Kegiatan Industri batubara Koridor Ekonomi Kalimantan terpusat di Propinsi Kaltim.
Cadangan batubara yang dimiliki Kaltim sekitar 80 persen, kemudian diikuti oleh Kalimantan Selatan sebesar 23,7 persen dan Kalimantan tengah 3,1 persen dan Kalimantan Barat 1 persen.
Bukan hanya pada pertambangan batu bara saja yang menjadi sorotan utama permasalahan yang ada di kalimantan. Pertambangan energi minyak di kalimantan juga menjadi hal utama yang menjadi permasalahan energi di kalimantan. Minyak merupakan energi yang tidak terbarukan dan keberadaannya pun semakin langka. Tapi kenyataan yang ada pengerukan dan pencarian minyak di tanah kalimantan terus dikembangkan karena kebutuhan penggunaan minyak untuk negara.
Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan kondisi energi kita, aksi utama yang dapat membantu kita mengamankan masa depan energi kita ialah.
·      Mengurangi ketergantungan kita pada minyak
Pertama kita harus menyadari bahwa kita terlalu tergantung pada minyak untuk menjalankan roda kegiatan bangsa.
Meskipun peran minyak telah menurun pada tahun-tahun belakangan ini, minyak tetap mencakupi 30 persen dari total konsumsi energi primer di tahun 2011. Ketergantungan ini diperburuk dengan kemampuan penyulingan yang rendah dan menurunnya produksi minyak bumi yang membuat Indonesia menjadi net importir minyak.
Gas Metana Batubara untuk waktu dekat
Karena Indonesia kaya akan gas, kita seharusnya juga mengeksplorasi gas-gas nonkonvensional sebagai kemungkinan pilihan untuk menggantikan minyak. Gas Metana Batubara dapat menjadi salah satu pilihan yang baik.
Gas Metana Batubara adalah gas yang serba guna yang dapat memenuhi kebutuhan berbagai market. Gas ini juga sangat ekonomis, di harga setengah dari harga diesel, bersih, dan menggunakan teknik ekstraksi yang lebih efisien sehingga berdampak minimal pada lingkungan.
Selain itu, cadangan Gas Metana Batubara yang diperkirakan di keenam terbesar di dunia, saya yakin bahwa Indonesia seharusnya meningkatkan kecepatan dalam mengembangkan sumber daya nonkonvensional ini.
Dalam jangka lebih panjang, kita seharusnya juga merencanakan ekstrasi gas-gas nonkonvensional lainnya, seperti shale gas, yang akhir-akhir menjadi pusat perhatian sesudah Amerika Serikat berhasil dalam area ini. Namun untuk saat ini, marilah maju selangkah demi selangkah dan berkonsentrasi pada memaksimalisasi Gas Metana Batubara sebagai prioritas utama.
Kita harus selalu ingat bahwa gas alam tetaplah bahan bakar fosil. Meskipun gas merupakan komponen penting dalam perekonomian kita sekarang, gas alam tidak dapat menjadi solusi untuk seluruh kebutuhan energi kita. Justru gas alam haruslah bertindak sebagai jembatan yang mengantarkan kita ke ekonomi rendah-karbon berdasarkan energi terbarukan. Gas alam akan menekan ketergantungan kita pada minyak untuk saat ini.
·      Menciptakan energi mix yang terdiversifikasi melalui energi terbarukan
Intensitas karbon seperti ini tidak hanya akan menyebabkan risiko yang serupa dengan ketergantungan pada minyak, namun juga kekhawatiran akan polusi berlebihan dan emisi gas rumah kaca.
Oleh karena itu, energy mix seperti ini tidak dapat berlangsung dalam jangka panjang. Kita harus melakukan sesuatu untuk mendiversifikasikan energi mix dan mengurangi konsumsi hidrokarbon. Generasi masa depan kita tidak seharusnya menanggung akibat dari ketiadaan tindakan kita hari ini. Pemerintah Indonesia mengakui bahwa cepat atau lambat Indonesia dan seluruh dunia harus meninggalkan minyak mentah sebagai sumber listrik utama.
Sumber energi terbarukan lainnya: khususnya produksi biofuel dan bioethanol
Misalnya biofuel. Kita memiliki cadangan biomass yang besar dari industri pertanian kita, termasuk gula, karet dan minyak sawit. Oleh karena itu, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pusat produksi biofuel, meskipun saat ini terbatasi oleh kenyataan bahwa sumber-sumber biofuel banyak diekspor karena harga makanan yang tinggi.
Sumber daya lainnya yang berpotensi untuk berkembang adalah bioethanol. Perkembangan bahan bakar ini telah menjadi bagian dari rencana Indonesia untuk mengurangi impor energi dan meningkatkan standar kualitas udara.
Ada banyak sumber-sumber energi terbarukan lainnya di Indonesia yang dapat kita gunakan. Termasuk tenaga hidro dan tenaga laut, angin laut dan tenaga surya.
·      Mengurangi beban subsidi minyak dan mengalokasi dana-dana tersebut ke area-area yang lebih penting.


Hakikat Mahasiswa


Mahasiswa sering juga disebut sebagai “Golongan intelektual muda” yang penuh bakat dan potensi. Dalam hal makna, arti mahasiswa bukanlah posisi strata pendidikan yang dilakukan setelah lulus SMA. Ada empat peran yang dimiliki mahasiswa yakni perubahan, kekuatan moral, kontrol sosial, dan cadangan potensial.
Hakikat kita sebagai mahasiswa yang semestinya mempunyai bakat dan potensi untuk membangun Bangsa dan Negara ini. Mahasiswa adalah bibit awal dari terbentuknya sebuah bangsa yang lebih maju. Mahasiswa juga merupakan sekelompok masyarakat yang tengah menekuni bidang ilmu tertentu dalam lembaga pendidikan formal dan menekuni berbagai bidang tersebut di sebuah universitas.  
Sebagai generasi Perubahan, Mahasiswa dituntut bersifat kritis. Diperlukan implementasi yang nyata. Artinya jika ada sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar dan itu salah, mahasiswa dituntut untuk merubahnya sesuai dengan harapan sesungguhnya. Harapan besar ditujukan kepada para pemuda generasi selanjutnya, yaitu mahasiswa. Dalam posisi ini, mahasiswa adalah aset yang sangat berharga. Harapan tinggi suatu bangsa terhadap mahasiswa adalah menjadi generasi penerus yang memiliki loyalitas tinggi terhadap kemajuan bangsa. Mahasiswa adalah salah satu harapan suatu bangsa agar bisa berubah ke arah lebih baik. Hal ini dikarenakan mahasiswa dianggap memiliki intelek yang cukup bagus dan cara berpikir yang lebih matang, sehingga diharapkan mereka dapat menjadi jembatan antara rakyat dengan pemerintah.
Sebagai Kekuatan moral adalah sebagai penjaga stabilitas lingkungan masyarakat, diwajibkan untuk menjaga moral-moral yang ada. Bila di lingkungan sekitar terjadi hal-hal yang menyimpamg dari norma yang ada, maka mahasiswa dituntut untuk merubah dan meluruskan kembali sesuai dengan apa yang diharapkan. Mahasiswa sendiripun harus punya moral yang baik agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat dan juga harus bisa merubah ke arah yang lebih baik jika moral bangsa sudah sangat buruk, baik melalui kritik secara diplomatis ataupun aksi
          Sebagai kontrol sosial, Masyarakat adalah sekumpulan populasi dengan beragam karakter yang diharapkan mampu mengontrol keadaaan sosial yang ada di lingkungan sekitar. Jadi, selain pintar dalam bidang akademis, mahasiswa juga harus berperan banyak dalam bersosialisasi dan memiliki kepekaan dengan lingkungan. Mahasiswa diupayakan agar mampu mengkritik, memberi saran dan memberi solusi jika keadaan sosial bangsa sudah tidak sesuai dengan cita-cita dan tujuan bangsa, memiliki kepekaan, kepedulian, dan kontribusi nyata terhadap masyarakat sekitar tentang kondisi yang teraktual. Di sinilah peran mahasiswa. Kontrol dari kondisi – kondisi sosial merupakan implementasi nyata mahasiswa untuk bersinggungan langsung dengan masyarakat.
Sebagai generasi penerus dan tulang punggung bangsa di masa depan, mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya di pemerintahan kelak. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan bangsa Indonesia . Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan. Seharusnya kita sebagai mahasiswa yang akan menjadi cadangan potensial untuk memajukan Bangsa dan Negara kita, dan menjadi titik terang untuk keluar dari krisis – krisis yang berkepanjangan ini. Dalam hal ini mahasiswa diartikan sebagai cadangan masa depan. Pada saat menjadi mahasiswa kita diberikan banyak pelajaran, pengalaman yang suatu saat nanti akan kita pergunakan untuk membangun bangsa ini.

          Dengan ini, diharapkan para generasi mahasiswa selanjutnya dapat mengetahui peranan-peranan penting yang harus diketahuinya agar dapat berfikir dan memiliki aksi untuk bisa memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara.